Jangan Merasa Puas

Alkisah, ada seorang ulama shaleh yang bernama Syekh Atha’ as-Silmi yang juga dikenal sebagai seorang yang pandai menenun pakaian. Hasil tenunannya sangat apik dan sebelum membawanya ke pasar untuk dijual, ia selalu meneliti tenunannya itu agar tidak ada yang cacat dan layak untuk dijual.

Suatu saat, ketika ia membawa hasil tenunannya itu ke pasar, seorang penjahit menghampiri dan melihat-lihat kain tenunan Syekh Atha’. Orang tersebut berkata, “Baju ini cukup bagus. Namun sayang, ada cacatnya, ini, ini, dan ini.” Mendengar perkataan tukang jahit itu, Syekh Atha’ meraih kain tenunannya kembali dari tangan si penjahit, kemudian dia duduk dan menangis terisak-isak. Si penjahit itu bingung melihat Syekh Atha’ menangis. Ia merasa bersalah dan menyesal atas apa yang diucapkannya itu. Seraya meminta maaf atas ucapan yang mungkin melukai hati Syekh Atha’, ia pun bersedia membeli tenunan itu berapa pun harganya.

Namun tanpa terduga, Syekh Atha’ berkata, “aku menangis bukan seperti yang kamu kira. Memang, aku telah bersungguh-sungguh menenun kain ini. Tenunan ini tidak seperti tenunan lain yang telah aku buat. Aku membuatnya lebih halus, lalu kemudian aku tambahkan keindahan di dalamnya. Setelah itu, aku periksa dengan amat teliti untuk memastikan tidak ada cacat di dalamnya. Tapi, ketika hasil tenunanku ini diperiksa oleh manusia, terlihat ada cacat di bagian yang mana aku tidak menyadarinya. Lalu, bagaimana nanti dengan amal-amal perbuatan kita tatkala diperiksa oleh Allah, Zat yang Maha Tahu di Hari Kiamat nanti? Berapa banyak cacat dan dosa yang akan tampak dari amal ibadah kita, dan itu yang tidak kita sadari!”

Kisah di atas memberi pelajaran berharga kepada kita bahwa orang yang bertakwa harus selalu memiliki kekhawatiran jika amal-amal yang diperbuatnya itu tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah, bahkan ia pun harus merasa tidak puas dengan amal-amal yang selama ini telah dilakukannya, sehingga selalu berupaya menyempurnakan pengabdian kepada-Nya..

Allah Swt. mengingatkan kepada kita melalui firman-Nya,

“Katakanlah: “Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.(QS. Al-Kahfi : 103 – 104)

Orang mukmin senantiasa memiliki sifat khauf (takut) kepada Allah, jika apa yang dilakukannya selama ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh-Nya, sehingga selalu berusaha untuk terus menyempurnakan amal kebaikannya itu. Ia senantiasa merasa tidak puas dengan ibadah-ibadahnya selama ini, sehingga berupaya untuk meningkatkan terus kualitas ibadahnya. Sebaliknya, orang-orang yang fasik selalu menganggap dirinya sebagai orang yang sudah berbuat kebaikan, sehingga ia tidak mau untuk meperbaiki dirinya, bahkan ia pun enggan untuk menerima nasihat, kritikan dan peringatan dari orang lain. Orang-orang seperti inilah yang akan merugi di dunia dan di akhirat.

Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk berintrospeksi (muhasabah) atas amal yang kita lakukan selama ini. Kita manfaatkan setiap saat di bulan suci ini untuk memperbanyak amal shaleh dan ibadahnya kepada Allah, sambil tak henti-henti untuk memohon ampun kepada-Nya bila selama ini belum dapat melaksanakan sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya.

Kita senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar diberi kekuatan dan petunjuk untuk selalu berdzikir, bersyukur dan beribadah kepada-Nya, sebagaimana do’a yang diajarkan Rasulullah berikut ini :

اللَّهُمَّ اَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku agar selalu dapat berdzikir kepada-Mu, bersyukur atas nikmat dari-Mu dan memperbagus ibadah kepada-Mu”

Wallahu’alam.

(Artikel Kiriman Usep Supriatna,S.Pd/Guru SMPN 3 Ganjaresik Wado)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s